Kamis, 10 Maret 2011

Icheon, Pusat Keramik Korea

hola...hi... baru tadi malem nge post... 
hri ni.. q mau nge post tentang culture / budaya...
Icheon, terletak di sebelah tenggara Provinsi Gyeonggi-do, merupakan pusat kerajinan tembikar Korea dan merupakan tempat padi berkualitas nomor sati di Korea. Dengan lebih dari 1 juta pengunjung yang mengunjungi Icheon Ceramic Festival, yang diadakan mulai akhir April hingga pertengahan Mei, kerajinan tembikar tradisional Icheon merupakan hidangan bagi mata para pengunjung, dan masakan-masakan yang dihidangkan di restoran merupakan hidangan bagi perut kita.
by Lee Se-mi | photographs by Kim Hong-jin
Walaupun tidak seberkembang seperti dulu ketika akhir tahun 50-an, Icheon hari ini tetap merupakan salah satu tempat penting dalam budaya keramik tradisional Korea. Berpusat di Saeum-dong dan Sindun-myeon, industri keramik Icheon sekarang berada di sebuah desa dengan sekitar 300 lebih rumah. Untuk datang ke daerah ini hanya dibutuhkan satu jam dari bustle di Seoul. Perjalanan singkat di National Highway No.3 akan membawa pengunjung tepat ke arah pinggiran kota Icheon, dimana desa keramik Sindun-myeon berlokasi.
Kami tiba lebih awal di Handoyo, toko dan studio milik Seo Gwang-soo ang terkenal sebagai pengrajin tembikar yang telah menjadi Aset Budaya Provinsi Gyeonggi-do no 41. Berlokasi di pinggiran Namjeong-ri yang terpencil, dimana daun-daun bambu bergesekan dengan lembut ditiup angin musim semi, gerbang Handoyo berdiri dengan berhiaskan potongan-potongan tembikar, memberi kita gambaran tentang kecintaan sang pemilik toko.
Seo memasuki dunia perkeramikan pada 1961, ketika berumur 14 tahun dan mengabdikan sisa hidupnya dalam seni ini. Dia terkenal karena menghidupkan kembali seni yang pernah hilang yaitu porselen putih tradisional Korea, terutama Muji Dal-Hangari (berbentuk bulan) dari akhir Dinasty Joseon (1392-1910).
Warna Dal-Hangari yang putih susu membuat keramik ini berbeda, dan Seo bersikukuh menggunakan tempat pembakaran tradisional dengan bahan bakar kayu pinus, daripada menggunakan pembakar gas yang saat ini sering digunakan. Tidak seperti pembakar menggunakan gas, yang dapat membuat beberapa keramik sekaligus, tingkat kesuksesan menggunakan pembakaran tradisional ini hanya 30%. Namun metode tradisional ini memiliki kelebihan, yaitu sentuhan alami yang tidak akan pernah bisa dibentuk oleh pembakar gas walaupun menggunakan material yang sama.
Nah, chingudel, kalo pergi ke Korea jangan lupa berkunjung ke sini and beliin admin keramiknya buat oleh-oleh ya.. kkk~
Cheers! ^^
Credit: Korea Magazine

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar